Luka Tusukan Paulus Amat Tantoso Sedalam 10 CM di Pinggang Kelvin Hong

0
61

Batam, Silabuskepri.co.id — Sidang
lanjutan dengan terdakwa Paulus Amat Tantoso dalam perkara kasus dugaan penganiayaan penikaman terhadap Kelvin Hong (Warga Negara Malasya) kembali digelar, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Dihadapan Majelis Hakim, dua orang dokter saksi dari Rumah Sakit (RS) Elisabeth Batam Kota yakni dr.Fredy Rustomi Damanik, SpB dan dr. Yolanda (UGD) yang di hadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Batam, Senin (7/10/2019).

Ketua Majelis Hakim, Yona Lamerosa meminta sebelum mendengar keterangan saksi, JPU, Saksi, PH dan terdakwa agar terlebih dahulu melihat posisi korban saat itu datang kerumah sakit, dan meminta JPU membacakan hasil Visum Et-Repertum dari Rumah Sakit.

Dalam keterangan yang dibacakan JPU terkait hasil Visum Et-Repertum menjelaskan bahwa saksi Damanik dalam keterangannya mengatakan kondisi korban Kelvin Hong sampai di RS Pisau Sangkur masih tertancap di pinggang korban, dan langsung melakukan operasi selama 3,5 jam dengan luka sedalam 10 cm.

“(Korban) di rumah sakit sekitar 3 hari,” kata Fredy menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim.

Fredy juga mengungkapkan bahwa luka tusuk yang dialami korban Kelvin sedalam 10 Cm.

“Sekitar 10 Cm,” ujarnya menjawab pertanyaan anggota Majelis Hakim Dwi Nuramanu.

Selanjutnya saksi Fredy juga mengaku memberikan surat pengantar kontrol setelah Kelvin Hong menjalani operasi.

“Korban bisa pulang (setelah operasi), karena secara medis kondisi korban sudah stabil. Ada surat pengantar kontrol, saya buatkan itu sekitar 5 hari (pasca keluar dari RS),” terangnya.

Saksi Fredy juga menjelaskan bahwa korban Kelvin Hong tidak pernah kembali datang untuk berobat ke RS Elisabeth.

“Tidak pernah,” ujarnya.

Saksi Fredy mengatakan korban keluar dari Rumah Sakit pada hari keempat.

“Hari keempat dia keluar dari rumah sakit,” jelasnya Fredy menjawa pertanyaan Majelis Hakim.

Sementara itu, saksi Yolanda mengungkapkan bahwa korban Kelvin Hong dalam kondisi sadar saat datang ke RS Elisabeth.

“Sadar, yang saya tahu korban sebelumnya dari RS Awal Bros,” kata saksi menjawab hakim Dwi Nuramanu.

Berlanjut, saksi Fredy menjelaskan bahwa hasil CT Scan luka tusuk yang dialami korban Kelvin Hong tidak mengenai organ-organ vital tidak dalam kondisi kritis.

“Saat operasi, pisau itu tidak mengenai organ vital. Dia (luka tusuk) hanya robek di bagian otot, sudah melewati batas kulit” ujar saksi menjawab pertanyaan JPU.

Setelah mendengarkan keterangan para saksi, sidang terdakwa Paulus Amat Tantoso ditunda hingga seminggu kedepan dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa dan saksi meringankan.

“Sidang ditunda sampai hari Senin tanggal 14 Oktober 2019 dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa sekaligus saksi meringankan,” ujar Ketua Majelis Hakim.

Sidang kali ini dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Yona Lamerosa didampingi Hakim Anggota Taufik Nainggolan dan Dwi Nuramanu dan dihadiri JPU Rumondang Manurung dan Penasehat Hukum (PH) terdakwa Nur Wafiq Warodat.

Seperti diketahui adapun dakwaan dari JPU terhadap terdakwa Paulus Amat Tantoso diancam 5 pasal sesuai dengan nomor perkara 593/Pid.B/2019/PN Btm, bahwa Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana sebagaimana dimaksud Pasal 355 Ayat (1) KUHP, Pasal 353 Ayat (2) KUHP, Pasal 353 Ayat (1) KUHP, Pasal 351 Ayat (2) KUHP dengan Subsidair Pasal 351 Ayat (1) KUHP.
(P. Sib/Tim)

BAGIKAN
Berita sebelumyaMutasi Kapolsek di Tubuh Internal Polri Batam
Berita berikutnyaPOLDA KEPRI LUNCURKAN WEBSITE PENGADUAN MASYARAKAT
Redaksi Pelindung : Tuhan Yang Maha Esa Penasehat : Brigjen Purn Parasian Simanungkalit,SH, MH. Susunan Redaksi Pemimpin Umum / Penanggung Jawab Gusmanedy Sibagariang AMD Pemimpin Redaksi Tumpak Simbolon, SH Pengembangan dan Periklanan Rismauli Sinaga Redaktur : Sandi Pusaka Herman , Niko. S Korlip : Pineop Siburian Wartawan Batam : Tumpak Simbolon, Ramli, Manguji Silaban, Mirwansyah Biro Tj Balai karimun : — Biro Lingga : Suarman wartawan : Juhari Biro Anambas : M Yanis wartawan : Firmandani Biro Natuna : Nizar Biro Bintan : Edy Biro Tanjungpinang : Mayer S Perwakilan Riau Daratan : Perwakilan Zona Sumatera Perwakilan Riau dan Biro Pelelawan : Pranseda Simanjuntak Kampar : Perwalikan zona Jawa : Perwalikan zona indonesia Tumur : Perwakilan zona Kalimantan : Bidang Pengembangan Usaha Marketing Maneger : Jeni Kartika Sinaga Badan Hukum : PT. Goes Siber Mandiri Sukses Nomor AHU : 0054024.AH.01.01 NPWP : 80.762.640,3-225.000 Nomor TDP : 33.10.1.58.18242 No SIUP : 02137/BPMPTSP-BTM/PAK/2016 Alamat : Kompleks Ruko Rabayu Blok E No. 2 Tembesi, Sagulung, Kota Batam, Kepulauan Riau, Indonesia Kode pos : 29439 Telepon : 0778-7432139 Hp +628127063321 Email : redaksisilabus@gmail.com SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN KEMERDEKAAN menyatakan pikiran dan pendapat merupakan hak asasi manusia yang tidak dapat dihilangkan dan harus dihormati. Rakyat Indonesia telah memilih dan berketetapan hati melindungi kemerdekaan menyatakan pikiran dan pendapat itu dalam Undang-Undang Dasar 1945. Kemerdekaan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat dan bagian penting dari kemerdekaan menyatakan pikiran dan pendapat. Wartawan adalah pilar utama kemerdekaan pers. Oleh karena itu dalam menjalankan tugas profesinya wartawan mutlak mendapat perlindungan hukum dari negara, masyarakat, dan perusahaan pers. Untuk itu Standar Perlindungan Profesi Wartawan ini dibuat: Perlindungan yang diatur dalam standar ini adalah perlindungan hukum untuk wartawan yang menaati kode etik jurnalistik dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya memenuhi hak masyarakat memperoleh informasi; Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan memperoleh perlindungan hukum dari negara, masyarakat, dan perusahaan pers. Tugas jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi melalui media massa; Dalam menjalankan tugas jurnalistik, wartawan dilindungi dari tindak kekerasan, pengambilan, penyitaan dan atau perampasan alat-alat kerja, serta tidak boleh dihambat atau diintimidasi oleh pihak manapun; Karya jurnalistik wartawan dilindungi dari segala bentuk penyensoran; Wartawan yang ditugaskan khusus di wilayah berbahaya dan atau konflik wajib dilengkapi surat penugasan, peralatan keselamatan yang memenuhi syarat, asuransi, serta pengetahuan, keterampilan dari perusahaan pers yang berkaitan dengan kepentingan penugasannya; Dalam penugasan jurnalistik di wilayah konflik bersenjata, wartawan yang telah menunjukkan identitas sebagai wartawan dan tidak menggunakan identitas pihak yang bertikai, wajib diperlakukan sebagai pihak yang netral dan diberikan perlindungan hukum sehingga dilarang diintimidasi, disandera, disiksa, dianiaya, apalagi dibunuh; Dalam perkara yang menyangkut karya jurnalistik, perusahaan pers diwakili oleh penanggungjawabnya; Dalam kesaksian perkara yang menyangkut karya jurnalistik, penanggungjawabnya hanya dapat ditanya mengenai berita yang telah dipublikasikan. Wartawan dapat menggunakan hak tolak untuk melindungi sumber informasi; Pemilik atau manajemen perusahaan pers dilarang memaksa wartawan untuk membuat berita yang melanggar Kode Etik Jurnalistik dan atau hukum yang berlaku.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.