Silabuskepri.co.id | Batam – Di balik pesatnya pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang terus berlangsung di Kota Batam, terdapat peran besar para pekerja yang setiap hari menjadi penggerak utama roda perekonomian daerah. Kontribusi mereka hadir di berbagai sektor strategis, mulai dari industri manufaktur, jasa, konstruksi, logistik, hingga sektor perdagangan yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Batam.
Karena itu, perlindungan terhadap pekerja dinilai menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pembangunan daerah yang berkelanjutan. Selain menjamin keselamatan dan kesejahteraan tenaga kerja, perlindungan yang optimal juga menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas serta menciptakan iklim investasi yang sehat dan kompetitif.
Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, saat menghadiri kegiatan sosialisasi pelayanan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang melibatkan Rumah Sakit BP Batam dan BPJS Ketenagakerjaan.
Menurut Ariastuty, kerja sama yang terjalin antara Rumah Sakit BP Batam dan BPJS Ketenagakerjaan merupakan bentuk nyata komitmen bersama dalam menghadirkan layanan kesehatan yang responsif, mudah diakses, dan berkualitas bagi para pekerja yang mengalami risiko kecelakaan kerja.
“Kerja sama antara Rumah Sakit BP Batam dan BPJS Ketenagakerjaan merupakan wujud komitmen bersama untuk memastikan para pekerja mendapatkan pelayanan yang cepat, mudah dijangkau, dan berkualitas. Kehadiran layanan yang terintegrasi ini sangat penting dalam memberikan perlindungan dan kepastian bagi para pekerja saat menghadapi risiko kerja,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan pelayanan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya ditentukan oleh regulasi dan fasilitas yang tersedia, tetapi juga oleh sinergi yang kuat antarinstansi. Karena itu, komunikasi dan koordinasi yang baik antara Rumah Sakit BP Batam dan BPJS Ketenagakerjaan perlu terus diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan semakin optimal.
Ariastuty memberikan apresiasi atas kolaborasi yang selama ini telah terbangun antara kedua institusi tersebut. Menurutnya, kerja sama yang solid akan mempercepat proses pelayanan, mempermudah akses peserta, serta meningkatkan kualitas penanganan bagi pekerja yang membutuhkan layanan kesehatan akibat kecelakaan kerja.
“Kami mengapresiasi terjalinnya komunikasi dan kolaborasi yang baik antara Rumah Sakit BP Batam dan BPJS Ketenagakerjaan. Sinergi ini menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pekerja yang menjadi peserta program jaminan sosial ketenagakerjaan,” katanya.
Lebih lanjut, Ariastuty berharap kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan dapat menjadi sarana edukasi yang efektif bagi seluruh peserta. Melalui forum tersebut, para pekerja, perusahaan, maupun pemangku kepentingan lainnya dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hak, manfaat, prosedur, serta mekanisme pelayanan Jaminan Kecelakaan Kerja.
Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai prosedur pelayanan akan sangat membantu ketika terjadi kondisi darurat atau peristiwa yang tidak diharapkan. Dengan demikian, proses penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk berdiskusi, bertanya, dan memperdalam pemahaman mengenai pelayanan Jaminan Kecelakaan Kerja. Dengan pemahaman yang baik, seluruh pihak akan mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi risiko kecelakaan kerja,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Ariastuty menegaskan bahwa tujuan utama dari seluruh upaya yang dilakukan adalah memberikan rasa aman kepada para pekerja serta memastikan mereka memperoleh pelayanan yang cepat, mudah, dan berkualitas ketika membutuhkan bantuan.
“Pada akhirnya tujuan kita sama, yaitu memastikan masyarakat, khususnya para pekerja di Kota Batam, mendapatkan pelayanan yang cepat, mudah, profesional, serta memberikan rasa aman. Perlindungan pekerja bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama demi mewujudkan kesejahteraan dan produktivitas yang berkelanjutan,” tutupnya.
(EI)