Independennews.com | Batam – Di tengah laju pertumbuhan Batam yang semakin pesat sebagai salah satu kawasan industri, perdagangan, dan investasi terdepan di Indonesia, pasangan Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, terus menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Di bawah kepemimpinan keduanya, pembangunan Batam diarahkan secara seimbang antara upaya menarik investasi dan peningkatan kualitas infrastruktur dasar yang menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Penataan jalan, peningkatan sistem drainase, penanganan titik-titik banjir, hingga penyediaan infrastruktur pendukung pertumbuhan ekonomi menjadi agenda yang terus dipacu secara berkelanjutan.
Amsakar dan Li Claudia memahami bahwa keberhasilan sebuah daerah tidak hanya diukur dari tingginya angka investasi atau pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga dari sejauh mana pembangunan tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dengan pengalaman panjang di dunia birokrasi dan pemerintahan, Amsakar dikenal memiliki kemampuan dalam merancang kebijakan yang terukur dan berbasis kebutuhan masyarakat. Sementara Li Claudia hadir dengan karakter kepemimpinan yang tegas, responsif, dan dekat dengan masyarakat, sehingga berbagai persoalan di lapangan dapat direspons secara cepat dan tepat.
“Setiap progres pembangunan harus memiliki manfaat yang jelas bagi masyarakat. Oleh karena itu, kami ingin memastikan seluruh program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan warga dan mendukung pertumbuhan Batam sebagai kota madani yang modern,” ujar Amsakar Achmad.
Komitmen tersebut tercermin dari berbagai indikator makro ekonomi yang menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, perekonomian Batam tumbuh sebesar 6,76 persen, angka yang berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional dan menunjukkan tingginya aktivitas ekonomi di kota ini.
Di sektor investasi, capaian yang diraih bahkan lebih menggembirakan. Pada tahun pertama kepemimpinan Amsakar–Li Claudia, realisasi investasi Batam berhasil mencapai Rp69,3 triliun atau melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp60 triliun. Capaian tersebut menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha dan arah pembangunan yang sedang dijalankan.
Momentum positif tersebut terus berlanjut pada tahun 2026. Memasuki Triwulan I, realisasi investasi Batam telah mencapai sekitar Rp17,4 triliun atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut sekaligus menempatkan Batam sebagai kontributor investasi terbesar di Provinsi Kepulauan Riau.
Pertumbuhan investasi tersebut ditopang oleh sejumlah sektor unggulan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Batam, antara lain industri elektronik dan semikonduktor, industri peralatan listrik, logistik dan pergudangan, manufaktur berorientasi ekspor, industri galangan kapal dan maritim, industri kimia, hingga pengembangan kawasan industri modern dan jasa pendukung investasi.
“Masuknya investasi ke berbagai sektor tersebut ikut menciptakan lapangan kerja baru yang kami harapkan dapat memperkuat aktivitas ekonomi daerah, serta meningkatkan posisi Batam sebagai salah satu pusat industri dan perdagangan paling kompetitif di Indonesia,” tambah Amsakar.
Meski demikian, Pemerintah Kota Batam dan BP Batam menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus diiringi kesiapan infrastruktur yang memadai. Infrastruktur yang baik tidak hanya menjadi kebutuhan masyarakat, tetapi juga merupakan salah satu faktor utama yang menentukan daya saing sebuah daerah di mata investor.
Karena itu, berbagai program pembangunan infrastruktur terus dipercepat, mulai dari peningkatan kualitas jalan, pembangunan dan normalisasi drainase, penataan kawasan perkotaan, hingga penanganan titik-titik banjir yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan melalui identifikasi kawasan rawan genangan, evaluasi sistem drainase eksisting, peningkatan kapasitas saluran air, serta penguatan koordinasi antarinstansi agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Upaya tersebut tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih tertata dan nyaman, tetapi juga untuk memastikan aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha dapat berjalan tanpa hambatan.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa pembangunan Batam membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat. Menurutnya, sinergi yang kuat akan menjadi modal utama dalam mewujudkan Batam sebagai kota yang maju, modern, dan berdaya saing global.
“Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Batam diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai pusat investasi nasional, tetapi juga menjadi kota yang semakin nyaman untuk ditinggali, bekerja, dan berusaha,” ujar Li Claudia.
Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, kepemimpinan Amsakar–Li Claudia menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Keduanya justru harus berjalan beriringan agar Batam mampu berkembang sebagai kota industri modern yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dengan fondasi ekonomi yang terus menguat, investasi yang tumbuh signifikan, serta komitmen memperbaiki infrastruktur dan pelayanan publik, Batam kini semakin optimistis menatap masa depan sebagai salah satu lokomotif pertumbuhan ekonomi Indonesia di kawasan barat.
[*]