SILABUSKEPRI.CO.ID, LINGGA — Melihat kondisi udara di Kecamatan Singkep Pesisir yang semakin memburuk, Polides melakukan pengecekan kadar volusi udara dengan menggunakan alat Mini Particle Counter yang menunjukkan angka 288, dengan katagori sangat tidak sehat akibat terkontaminasi asap karhutla.

Menyikapi kondisi udara yang semakin memburuk Puskesmas Lanjut Prima melalui Polindes Kote Sakti Bidan Murniati, A.Md, Keb bersama 5 (lima) Kader Posyandu Cempaka Putih mengambil sikap dan tindakan membagikan masker kepada masyarakat Desa Kote, Kamis (19/9/19) di Halaman Polindes Kote,

Murniati mengaku pembagian masker yang mereka bagikan terbatas untuk masyarakat Desa Kote secara keseluruhan, meskipun demikian pihaknya akan tetap membagikan masker yang ada.

“Kita akan tetap membagikan masker kepada masyarakat walaupun tidak seluruhnya masyarakat terakomodir,”jelas Bidan Polindes Kote Murniati, A.Md, Keb.

Dia juga menghimbau kepada masyarakat Desa Kote untuk mengurangi aktifitas di luar rumah, konsusi air yang banyak, dan menutup ventilasi rumah untuk mengurangi masuknya asap kedalam rumah.

Pencemaran udara oleh asap, Kata Murniati, pihaknya memprediksi ada 5 penyakit yang mengintai masyarakat akibat dampak asap karhutla, berdasarkan Pusat Krisis Kesehatan, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia diantaranya adalah :

1). Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), terutama anak – anak dan lansia.
2). Asma yaitu gangguan saluran pernapasan akibat buruknya kualitas udara.
3). Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), penyakit radang paru salah satunya bronkitis.
4). Penyakit jantung.
5). Iritasi, pada mata, tenggorokan dan hidung termasuk memicu sakit kepala dan alergi.

Murniati menambahkan, pembagian masker ini hanya untuk mengantisipasi dan pencegahan dini dari serangan 5 penyakit tersebut di atas.”kita hanya bisa berusaha untuk mencegah namun kita juga harus senantiasa berdo’a kepada Allah SWT agar selalu dilindungi dari bahaya asap karhutla,”ujar Bidan Murniati” (Suarman)