Asap Karhutla Turunkan Kadar Kesehatan Udara, Polindes Kote Sakti Bagi Masker

0
27

SILABUSKEPRI.CO.ID, LINGGA — Melihat kondisi udara di Kecamatan Singkep Pesisir yang semakin memburuk, Polides melakukan pengecekan kadar volusi udara dengan menggunakan alat Mini Particle Counter yang menunjukkan angka 288, dengan katagori sangat tidak sehat akibat terkontaminasi asap karhutla.

Menyikapi kondisi udara yang semakin memburuk Puskesmas Lanjut Prima melalui Polindes Kote Sakti Bidan Murniati, A.Md, Keb bersama 5 (lima) Kader Posyandu Cempaka Putih mengambil sikap dan tindakan membagikan masker kepada masyarakat Desa Kote, Kamis (19/9/19) di Halaman Polindes Kote,

Murniati mengaku pembagian masker yang mereka bagikan terbatas untuk masyarakat Desa Kote secara keseluruhan, meskipun demikian pihaknya akan tetap membagikan masker yang ada.

“Kita akan tetap membagikan masker kepada masyarakat walaupun tidak seluruhnya masyarakat terakomodir,”jelas Bidan Polindes Kote Murniati, A.Md, Keb.

Dia juga menghimbau kepada masyarakat Desa Kote untuk mengurangi aktifitas di luar rumah, konsusi air yang banyak, dan menutup ventilasi rumah untuk mengurangi masuknya asap kedalam rumah.

Pencemaran udara oleh asap, Kata Murniati, pihaknya memprediksi ada 5 penyakit yang mengintai masyarakat akibat dampak asap karhutla, berdasarkan Pusat Krisis Kesehatan, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia diantaranya adalah :

1). Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), terutama anak – anak dan lansia.
2). Asma yaitu gangguan saluran pernapasan akibat buruknya kualitas udara.
3). Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), penyakit radang paru salah satunya bronkitis.
4). Penyakit jantung.
5). Iritasi, pada mata, tenggorokan dan hidung termasuk memicu sakit kepala dan alergi.

Murniati menambahkan, pembagian masker ini hanya untuk mengantisipasi dan pencegahan dini dari serangan 5 penyakit tersebut di atas.”kita hanya bisa berusaha untuk mencegah namun kita juga harus senantiasa berdo’a kepada Allah SWT agar selalu dilindungi dari bahaya asap karhutla,”ujar Bidan Murniati” (Suarman)

BAGIKAN
Berita sebelumyaAntisipasi Gangguan Pernapasan Polsek Dabo Singkep Bagi Masker
Berita berikutnyaMasjid Mahmud Riayat Syah Diresmikan
Redaksi Pelindung : Tuhan Yang Maha Esa Penasehat : Brigjen Purn Parasian Simanungkalit,SH, MH. Susunan Redaksi Pemimpin Umum / Penanggung Jawab Gusmanedy Sibagariang AMD Pemimpin Redaksi Tumpak Simbolon, SH Pengembangan dan Periklanan Rismauli Sinaga Redaktur : Sandi Pusaka Herman , Niko. S Korlip : Pineop Siburian Wartawan Batam : Tumpak Simbolon, Ramli, Manguji Silaban, Mirwansyah Biro Tj Balai karimun : — Biro Lingga : Suarman wartawan : Juhari Biro Anambas : M Yanis wartawan : Firmandani Biro Natuna : Nizar Biro Bintan : Edy Biro Tanjungpinang : Mayer S Perwakilan Riau Daratan : Perwakilan Zona Sumatera Perwakilan Riau dan Biro Pelelawan : Pranseda Simanjuntak Kampar : Perwalikan zona Jawa : Perwalikan zona indonesia Tumur : Perwakilan zona Kalimantan : Bidang Pengembangan Usaha Marketing Maneger : Jeni Kartika Sinaga Badan Hukum : PT. Goes Siber Mandiri Sukses Nomor AHU : 0054024.AH.01.01 NPWP : 80.762.640,3-225.000 Nomor TDP : 33.10.1.58.18242 No SIUP : 02137/BPMPTSP-BTM/PAK/2016 Alamat : Kompleks Ruko Rabayu Blok E No. 2 Tembesi, Sagulung, Kota Batam, Kepulauan Riau, Indonesia Kode pos : 29439 Telepon : 0778-7432139 Hp +628127063321 Email : redaksisilabus@gmail.com SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN KEMERDEKAAN menyatakan pikiran dan pendapat merupakan hak asasi manusia yang tidak dapat dihilangkan dan harus dihormati. Rakyat Indonesia telah memilih dan berketetapan hati melindungi kemerdekaan menyatakan pikiran dan pendapat itu dalam Undang-Undang Dasar 1945. Kemerdekaan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat dan bagian penting dari kemerdekaan menyatakan pikiran dan pendapat. Wartawan adalah pilar utama kemerdekaan pers. Oleh karena itu dalam menjalankan tugas profesinya wartawan mutlak mendapat perlindungan hukum dari negara, masyarakat, dan perusahaan pers. Untuk itu Standar Perlindungan Profesi Wartawan ini dibuat: Perlindungan yang diatur dalam standar ini adalah perlindungan hukum untuk wartawan yang menaati kode etik jurnalistik dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya memenuhi hak masyarakat memperoleh informasi; Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan memperoleh perlindungan hukum dari negara, masyarakat, dan perusahaan pers. Tugas jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi melalui media massa; Dalam menjalankan tugas jurnalistik, wartawan dilindungi dari tindak kekerasan, pengambilan, penyitaan dan atau perampasan alat-alat kerja, serta tidak boleh dihambat atau diintimidasi oleh pihak manapun; Karya jurnalistik wartawan dilindungi dari segala bentuk penyensoran; Wartawan yang ditugaskan khusus di wilayah berbahaya dan atau konflik wajib dilengkapi surat penugasan, peralatan keselamatan yang memenuhi syarat, asuransi, serta pengetahuan, keterampilan dari perusahaan pers yang berkaitan dengan kepentingan penugasannya; Dalam penugasan jurnalistik di wilayah konflik bersenjata, wartawan yang telah menunjukkan identitas sebagai wartawan dan tidak menggunakan identitas pihak yang bertikai, wajib diperlakukan sebagai pihak yang netral dan diberikan perlindungan hukum sehingga dilarang diintimidasi, disandera, disiksa, dianiaya, apalagi dibunuh; Dalam perkara yang menyangkut karya jurnalistik, perusahaan pers diwakili oleh penanggungjawabnya; Dalam kesaksian perkara yang menyangkut karya jurnalistik, penanggungjawabnya hanya dapat ditanya mengenai berita yang telah dipublikasikan. Wartawan dapat menggunakan hak tolak untuk melindungi sumber informasi; Pemilik atau manajemen perusahaan pers dilarang memaksa wartawan untuk membuat berita yang melanggar Kode Etik Jurnalistik dan atau hukum yang berlaku.