Disnaker Kota Batam : Sektor Industri di Batam Mulai Menggeliat

banner 468x60

Batam, Silabuskepri.co.id – Sejumlah perusahaan di Kota Batam mulai menambah jam kerja atau over time karyawannya, setelah beberapa bulan terakhir hanya menerapkan jam kerja normal, karena dampak virus Corona disease (Covid-19).

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan sejak adanya Covid-19 hampir semua kegiatan usaha terkena dampak, tak terkecuali industri di kota Batam. Yang mana pasokan bahan baku dari luar negeri sempat terhambat, karena beberapa negara menerapkan lockdown.

banner 336x280

BACA JUGA : BP Batam Terima Hibah CSR dari BNI Cabang Batam

“Kita bersyukur saat ini industri di Kota Batam mulai menggeliat kembali. Beberapa perusahaan sudah kembali menambah jam kerja atau lembur agar bisa memenuhi permintaan dari luar,” kata Rudi, Senin (20/7/20).

Dijelaskan bahwa, perusahaan tidak saja menambah jam kerja, tapi beberapa diantaranya sudah mulai juga kembali merekrut karyawan untuk memenuhi target pesanan dari Eropa, Jepang dan negara lainnya. Hal ini tentunya menjadi tren yang positif bagi ekonomi Kota Batam.

BACA JUGA : Hore! Bulan Juli Ini, BP Batam Akan Salurkan Bantuan Sembako

Laporan yang diterima nya bahwa industri di Batam khususnya sektor manufaktur memang berangsur kembali normal. Namun kendati demikian pihaknya terus mengingatkan agar perusahaan tetap melaksanakan protokol kesehatan sebagaimana imbauan Pemko Batam.

“Sudah beberapa bulan ini perusahaan buka terus. Ini membuktikan pesanan kembali lancar pasca tersendat beberapa bulan sejak Covid-19,” jelasnya.

BACA JUGA : Silaturahmi Dengan RT/RW Kecamatan Galang, Amsakar Janji Tindaklanjuti Keluhan Masyarakat

Mengenai dampak resesi terhadap sektor industri dan tenaga kerja, Rudi menyebutkan hingga saat ini tidak ada berpengaruh. Untuk produksi barang yang ada di Batam tidak dikirim untuk perusahaan yang ada di Singapura.

“Barang yang diproduksi hanya dipasarkan melalui Singapura, sehingga tidak berdampak terhadap pesanan barang yang diproduksi di Batam,” kata Rudi. (MCB)

banner 336x280