Menghina Suku Batak, Pemilik Akun FB OmRizal Dilaporkan ke Polreta Barelang

0
763

Silabuskepri.co.id, Batam — Postingan OmRizal pada Akun sosialnya, Rabu malam (28/02/2018) di FB (mensos) membuat pemuda suku batak geram dan merasa dihina, sehingga mencari siapa sebenarnya orang itu dan memberi signal siaga 1 untuk pencarian orang diwilayah batam, dalam kolom komentar FB omrizal nekat mengomentari salah satu status di FB dengan ujaran kebencian kepada suku batak yang menyebutkan bahwa suku batak biadab dan kampret asuh.

“Batak Biadab, dimana ada masalah pasti Batak kampret asuh, demikian isi postingann OMRizal dalam akun Facebooknya yang membuat geram pemuda batak.

Informasi yang didapatkan awak media ini dilapangan mengatakan, bahwa orang yang menghina suku batak tersebut merasa bersalah dan menyerahkan diri kepada RT-RW tempatnya tinggal didaerah puspopkar batuaji batam, dan RT RW pun mengantarkan pelaku kepada Pihak Kepolisian Poltabes Barelang.

Akun FB pelaku yang bernama Omrizal adalah juga nama aslinya asal minang sumatra barat, umur 27 tahun, dengan status sudah menikah dengan popi yulita dan memiliki anak. Selain itu OMRizal pria pengangguran. Untuk menghilangkan identitasnya , sementara untuk menghilangkan jejaknya, omrizal sempat mengganti nama akun FBnya dengan nama jime liem.

Hingga pada kamis malam (1/03/2018) sekitar pukul 11.30 wib, puluhan pemuda suku batak dari berbagai marga mendatangi Kantor Polresta Barelang untuk membuat laporan terkait pernyataan Akun FB OmRizal tersebut, dikarenakan mereka mendapat info bahwa orang yang punya nama akun FB OmRizal tersebut sudah menyerahkan diri kepada Kepolisian Polresta Barelang.

Laporan polisi nomor; LP-B/245/III/2018/SPKT/Kepri/Resta Brlg.tanggal. 01 maret sekira pukul 23.30 dengan nama pelapor. Mangoloi Sihole, dengan dugaan Tindak Pidana UU ITE.

Martua Susanto Manurung,(Ucok) salah satu tokoh pemuda saat dijumpai di Kantor Polresta Barelang, yang juga ikut mendampingi puluhan masyarakat pemuda batak itu untuk membuat laporan kepada pihak kepolisian, berhubung dirinya sudah berkoordinasi dengan RT-RW tempat tinggal pelaku, dan mendapat laporan bahwa pelaku penghina suku batak itu sudah diserahkan kepada kepolisian sektor barelang.

Kata susanto, puluhan pemuda batak yang datang dari berbagai marga sepakat untuk melaporkan pelaku supaya diproses secara hukum yang berlaku dikarenakan sudah menghina suku batak dalam komentarnya di mensos.

Lanjut ucok, di dalam komentarnya pelaku sudah jelas jelas menghina suku batak, dan itu harus dipertanggung-jawabkan sesuai dengan hukum yang berlaku, dan segera membuat surat pernyataan maaf kepada suku batak secara lisan dan tertulis.

Ucok menambahkan dengan tindakan pihaknya untuk melaporkan pelaku, bisa menjadi contoh baik buat masyarakat agar kiranya masyarakat dikota batam khususnya, tetap bisa saling menghormati antar suku, dan tetap berpegang teguh kepada Bhineka Tunggal Ika.

Terkait laporan Suku Batak, Amri Abdu Piliang yang juga Bendahara Panguyuban Suku Minang mengatakan, Pihaknya hadir mendampingi pelaku di Polresta Barelang, dikarenakan pelaku adalah suku minang, Amri meminta maaf untuk masalah yang diakibatkan pelaku, dan berharap masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak perlu diperbesar-besarkan, dan memcari jalan terbaik untuk bisa berdamai sembari tetap menyerahkan kasus ini ke pihak yang berwajib.

Salah satu staf penyidik Polresta barelang saat dicoba untuk menjelaskan terkait penyerahan diri pelaku dan juga laporan puluhan suku batak, belum bisa memberi komentar dikarenakan masih dalam penyidikan. “Nanti mas kita masih selidiki yah” ungkapnya.

Sampai berita di kirim pelaku sudah ditahan kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.(P.ib).

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.